Natalie

Selasa, 22 Mei 2012

Mengurangi Konsumsi Nasi Putih itu Sehat

Mulai untuk berpuasa makan nasi sepertinya baik untuk dicoba. Penelitian terbaru menunjukkan ada kemungkinan untuk mengembangkan risiko diabetes tipe 2 melalui makan nasi.


Penelitian dilakukan dengan melihat kembali empat penelitian sebelumnya yang melibatkan sekitar 350.000 orang. Hasilnya, semakin banyak makan nasi putih, maka semakin tinggi kesempatan seseorang untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Temuan yang dimuat dalam British Medical Journal menganalisis seluruh partisipan melalui satu porsi nasi 18 gram dan faktor lain, seperti berat badan, tingkat olahraga dan diet. Selama masa penelitian (4-22 tahun), sekitar 13.200 orang mengembangkan diabetes.

Orang Asia dianggap berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan orang Asia cenderung memiliki asupan jauh lebih tinggi untuk mengonsumsi nasi dibandingkan orang Barat, rata-rata tiga hingga empat porsi dalam sehari.

Para peneliti menjelaskan bahwa terdapat efek negatif terhadap kadar gula darah karena nasi putih mengandung indeks glikemik yang tinggi dibanding nasi merah. Selain itu, nasi putih juga memiliki nutrisi yang lebih sedikit, termasuk serat dan magnesium, yang dapat mencegah diabetes tipe 2.

Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat glukosa dilepaskan kedalam aliran darah setelah makan. Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, seperti beras merah, membuat orang merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula lebih stabil.


5 Kebiasaan Kesehatan Yang Tidak Perlu

Banyak kebiasaan-kebiasaan yang dianggap baik dan dianjurkan oleh para dokter demi kesehatan kita. Foxnews (22/5) membocorkan beberapa kebiasaan kesehatan yang sebenarnya tidak terlalu dianggap perlu namun sudah menjadi pedoman kesehatan bagi banyak orang.

1. Ke dokter gigi dua kali setahun

Sebuah peninjauan terhadap 23 riset di tahun 2003 tidak menemukan bukti konklusif yang mendukung kebutuhan untuk pergi ke dokter gigi setiap 6 bulan. Jika gusi Anda dianggap cukup sehat, setahun sekali menemui dokter gigi dianggap cukup, ungkap James Bader, seorang profesor di sekolah kedokteran gigi University of North California.

Hanya saja, jangan tidak menemui dokter lebih dari setahun. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan American Heart Association tahun lalu menunjukkan bahwa gigi yang dibersihkan oleh dokter gigi profesional setahun sekali dapat menurunkan risiko serangan jantung sebesar 24 persen dan stroke hingga 13 persen.

2. Jangan makan setelah jam 8 malam

Kalori tidak mengenal jam. Tidak ada perbedaan makan jam 8 pagi atau jam 8 malam, ungkap Susan Bowerman, asisten direktur UCLA Center for Human Nutrition. Tidak makan di atas jam 8 justru akan mengganggu pola tidur. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Anda wajib makan sebelum tidur jika Anda berolahraga pada malam hari atau Anda berusia lebih dari 60 tahun.

Protein dalam makanan menyediakan lebih banyak bahan bakar bagi tubuh untuk mensintesis otot. Hal ini juga membantu mengatasi dampak penuaan yang berkaitan dengan kehilangan otot.

3. Pergi ke laboratorium untuk scan setiap tahun

Menurut Dr Jonathan Goldin, scan terkadang memberikan rasa khawatir berlebihan sehingga menyebabkan kecemasan bagi seseorang. Scan dapat membantu mendeteksi kanker paru-paru dan kalsium koroner-arteri, namun scan ini hanya untuk orang-orang di atas 45 tahun yang memiliki faktor risiko, seperti merokok, tekanan darah cukup tinggi atau kolesterol cukup tinggi. Jika tidak ada, Anda tidak perlu melakukan scan.

4. Sikat gigi dua kali sehari

Plak membutuhkan 24 jam untuk mengeras. Sekali menyikat gigi dalam 24 jam lebih baik dari dua kali sehari. Tapi dengan syarat, menyikat giginya minimal dua menit. Dan melakukannya sebelum tidur. Air liur dapat memerangi plak dan produksinya akan menurun ketika Anda tidur. Tapi ini hanya mengenai plak. Nafas masih akan bau saat Anda terbangun di pagi hari. Segera menyikat atau menggunakan obat kumur setelah bangun tidur.

5. Menyikat gigi dengan bulu sikat keras lebih baik

Menyikat gigi dengan bulu sikat yang lembut sama baiknya dan membantu menurunkan risiko kerusakan gigi dan gusi, ungkap Philip Mendelovitz, seorang profesor kedokteran gigi di UCLA school of medicine.

Rabu, 16 Mei 2012

CIRI-CIRI PRIA YANG MASIH PERJAKA


Jika seorang pria menginginkan gadis yang masih perawan sebagai pendamping hidupnya, begitu pula seorang wanita pun juga akan menginginkan laki laki yang masih perjaka sebagai pendamping hidupnya. Berikut ini adalah ciri ciri laki laki yang masih perjaka:
ciri ciri laki laki yang masih perjaka
1. Seorang perjaka adalah seorang pria yang belum pernah melakukan hubungan badan dengan seorang wanita, untuk itu biasanya laki laki yang masih perjaka memiliki gairah yang terpendam yang mengakibatkan ketika bangun tidur di pagi hari alat vital mereka akan berdiri.

2. Kelopak mata bagian bawah seorang perjaka berwarna cerah, ini dikarenakan mereka tidak mengeluarkan energi besar untuk melakukan aktivitas ejakulasi, sebaliknya laki laki yang sudah tidak perjaka memiliki kelopak mata berbentuk cekung dan berwarna kehitaman akibat energi dalam tubuh keluar bersama ejakulasi yang terjadi.

3. Seseorang yang masih perjaka sering mimpi basah, dan laki laki yang sudah tidak perjaka tidak akan pernah mengalami mimpi seperti itu lagi.

4. Warna alat vital dan puting susu laki laki masih perjaka biasanya berwarna kemerahan, jika sudah tidak perjaka akan berwarna kecoklatan atau bahkan berwarna hitam.

5. Bentuk perut seorang perjaka datar, jika seseorang sering melakukan hubungan badan bentuk perut mereka akan berubah menjadi buncit (kecuali orang gendut).

6. Pantat seorang perjaka kelihatan berat dan berisi, mereka yang sudah pernah melakukan hubungan badan akan membuat pantat tepos atau setidaknya tidak berisi seperti saat masih perjaka.

Demikian uraian mengenai ciri ciri laki laki yang masih perjaka, meskipun tidak semuanya tepat tapi kami yakin 90% akurat.


sumber : http://motivatorsuper.com/ciri-ciri-pria-yang-masih-perjaka/1104